CSE

Loading

Sabtu, 25 Februari 2012


Cerita Alquran tentang Gizi
Alquran mukjizat sang Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memang tidak terkalahkan oleh siapapun sekalipun ia seorang ahli, peraih nobel, ataupun ilmuwan. Jika mereka para “jenius” memiliki kemampuan yang jika orang menilai “luar biasa” tapi tidak pada Alquran, rasanya alquran tak layak hanya dibilang “luar biasa”, tapi lebih dari itu.

Asupan gizi yang cukup dan seimbang merupakan faktor terpenting yang terkait dengan kesehatan tubuh. Di dalam alquran banyak kita temukan isyarat-isyarat ringkas, padat, dan tinggi yang menunjukkan pada unsure-unsur pokok gizi yang harus dipenuhi manusia dalam rangka mewujudkan kesehatan tubuhnya. Penelitian ilmiah setiap hari menyingkap kedalaman dan keistimewaan-keistimewaan actual terhadap isyarat-isyarat tersebut. Untuk memudahkan pembahasan mengenai gizi di dalam Al quran, baiknya kita bagi hal tersebut ke dalam beberapa klasifikasi :
            1.Makan dan minum tanpa berlebihan
Dalam alquran telah ditetapkan oleh Alloh mengenai ukuran yang benar dalam soal makanan, dalam firmanNya:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (Al A’raf: 31).
“ Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi” (Al Baqoroh: 168)
Alquran menganggap gizi adalah sarana bukan tujuan. Ia merupakan sarana penting untuk mencapai tujuan kehidupan manusia. Alloh menciptakan di dalam diri manusia naluri yang selalu cenderung untuk makan, disamping menetapkan hikmah bahwa kecenderungan ini disertai dengan indera untuk merasakan makanan dan organ pencernaan. Tetapi berlebihan ketika merasakan kelezatan pada makanan dan minuman hanyalah menurunkan manusia pada derajat yang setingkat dengan binatang. Dan ini merupakan bagian dari karakteristik orang-orang kafir yang menentang.
Dalam berbagai hal, keseimbangan merupakan derajat yang tertinggi. Dan keseimbangan inilah yang menjadi maksud dalam penekanan ayat suci di atas “makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan”. Dalam ayat ini terdapat seruan agar manusia makan dan minum kemudian diikuti dengan peringatan secara langsung agar mereka tidak berlebih-lebihan dalam hal itu.
Prinsip-prinsip pokok mengenai keseimbangan dalam soal makanan dan minuman telah disepakati oleh para nabi, orang bijak, serta para dokter. Luqman al Hakim misalnya, menasehati anaknya dengan mengatakan: “apabila engkau makan maka peliharalah perutmu”. Kemudian Umar bin khattab memberikan peringatan dalam soal perut dan berkata: “jagalah perut kalian dari soal makanan, sesungguhnya makanan merusak badan dan menyebabkan penyakit”. Peringatan yang paling jelas dalam soal ini ditemukan di dalam sebuah hadits Rasulullah :
“ Apa yang memenuhi usus bani Adam ‘alaihi salam sungguh jelek bagi perutnya, bagi anak Adam ‘alaihi salam beberapa suap yang dapat menegakkan sumsumnya itu mesti dilakukan, maka sebaiknya sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas”.
Berlebih-lebihan dalam makanan yang dimaksud adalah mengkonsumsi makanan dalam jumlah melampaui kebutuhan tubuh, menelan makanan dengan cepat tanpa melalui proses pengunyahan dengan baik, hal ini disebut dengan asy syurhu (kelahapan), ini biasanya terjadi karena faktor-faktor psikis yang beragam seperti kebosanan mengunyah yang biasanya terjadi bagi balita, atau sebab-sebab yang terkait dengan kelezatan, atau mungkin karena gairah dan nafsu makan seperti yang terjadi pada orang sakit dan ibu yang sedang hamil. Banyak dampak negatif yang terjadi akibat berlebih-lebihan dalam makanan ini,  diantaranya yaitu :
·          Dampak terhadap alat pencernaan : salah cerna (dyspepsia), kesulitan mencerna, pelebaran lambung, semuanya merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang merasakan gangguan pada ulu hati sebagai akibat dari semua hidangan makanan.
·         Serangan sesak dada (angina pectoris), khususnya jika hidangan yang dikonsumsi secara berlebihan banyak mengandung lemak. Orang yang dalam kondisi ini merasakan sakit yang sangat, dan biasanya menyebabkan luka pada bagian belakang tulang dada sampai pada tulang bahu/ pundak. Rasa sakit juga sering terasa pada bagian siku kiri, rahang bawah. Hal ini semuanya dikarenakan kurangnya sirkulasi darah dari jantung. Kondisi ini seringkali terjadi bagi penderita penyakit penyumbatan pembuluh darah.
·         Menekan makanan dalam jumlah besar tanpa proses pengunyahan yang sempurna menjadikan seseorang rentan terhadap bakteri-bakteri seperti kolera dan tipes. Ini terjadi karena tidak cukupnya zat asam pada lambung yang dapat mengatasi dan mematikan bakteri- bakteri tersebut.
·         Terjadinya peradangan lambung secara akut, sebuah kondisi yang berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan pengobatan secara serius.
·         Bahaya yang dapat muncul akibat ketidakteraturan metabolisme karena organ pencernaan tidak mampu memproses makanan yang masuk dalam jumlah yang berlebihan
·         Lambung yang selalu penuh lebih mudah mengalami kebocoran jika mendapatkan benturan dari luar daripada lambung yang kondisinya stabil atau cenderung kosong. Kadang-kadang seseorang mengalami kematian karena jantung berhenti jika terjadi pukulan di atas lambung.
·         Makan dengan lahap dan cepat berdampak pada jiwa dan pikiran. Terlalu banyak makan menyebabkan seseorang lebih apatis, lemah dalam berpikir, dan selalu ingin tidur (cepat mengantuk).
Lukman al hakim pernah berpesan pada anaknya: “wahai anakku! Jika lambungmu penuh dengan makanan pikiranmu akan tertidur, kebijaksanaanmu akan terhalang, anggota badan susah bergerak untuk melakukan ibadah”. Selain itu terlalu banyak makan menambah nafsu seks sebagaimana kita lihat secara umum bahwa ketamakan merubah prilaku manusia menjadi lebih dekat pada prilaku binatang.
             2.  Bahaya berlebihan dalam aneka makanan :
a.       Kegemukan (obesitas)
Hal ini terjadi karena mengkonsumsi ragam makanan secara berlebihan, khususny makanan yang banyak mengandung zat gula dan lemak. Dan kemungkinan ini lebih besar lagi khususny pada individu-individu yang mempunyai kesiapan genetic untuk itu. Kegemukan pada kenyataannya akan membatasi gerak dan kelincahan seseorang, sebagaimana dampak buruk yang menyertai penyakit-penyakit barbahaya lainnya seperti penyakit jantung, sesak dada, diabetes mellitus, hipertensi, penyakit paru-paru dan penyakit lain yang banyak terjadi di tengah masyarakat.
b.      Pengeroposan yang terjadi pada gigi.
Ini terjadi karena kelebihan mengkonsumsi gula buatan khususnya yang karena endapannya membuka peluang perkembangan bakteri-bakteri susu yang tumbuh pada rongga mulut
c.       Gagal ginjal
Banyak terjadi khususnya pada orang-orang yang berlebihan mengkonsumsi daging dan susu

d.      Atherosclerosis
Ini terjadi pada seseorang yang banyak mengkonsumsi lemak sehingga terjadi hiperlipidemia yang akhirnya menyebabkan atherosclerosiGout
Penyakit sendi yang disebabkan oleh makanan yang banyak mengandung daging dan makanan berprotein tinggi seperti kacang-kacangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thx

o'clock